VISI SDN KEDUNGOLENG 05: Mewujudkan Siswa Yang Unggul Dalam Prestasi, Jujur, Disiplin, Religius Dan Santun Dalam Pekerti Serta Berwawasan Lingkungan
Tampilkan postingan dengan label kedungoleng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kedungoleng. Tampilkan semua postingan

KURIKULUM 2013

BAB I

STRUKTUR KURIKULUM SD/MI



PENGERTIAN

Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, dostribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap siswa. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar  dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran.  Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk kurikulum yang akan datang adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester.

Struktur kurikulum adalah juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang siswa dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Dalam struktur kurikulum menggambarkan ide kurikulum mengenai  posisi belajar seorang siswa yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada siswa untuk menentukan berbagai pilihan. Struktur kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran, beban belajar, dan kalender pendidikan.

STRUKTUR KURIKULUM SD/MADRASAH IBTIDAIYAH

Struktur Kurikulum SD/MI adalah sebagai berikut:


MATA PELAJARAN
ALOKASI WAKTU BELAJAR
PER MINGGU
I
II
III
IV
V
VI
Kelompok A


1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
4
4
4
4
4
4
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
5
6
6
4
4
4
3.
Bahasa Indonesia
8
8
10
7
7
7
4.
Matematika
5
6
6
6
6
6
5.
 Ilmu Pengetahuan Alam
-
-
-
3
3
3
6.
 Ilmu Pengetahuan Sosial
-
-
-
3
3
3
Kelompok B
1.
Seni Budaya dan Prakarya
(termasuk muatan lokal)*
4
4
4
6
6
6
2.
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
(termasuk muatan lokal)
4
4
4
3
3
3
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu
30
32
34
36
36
36
= Pembelajaran Tematik Integratif

Keterangan:
*Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah

Kegiatan Ekstra Kurikuler SD/MI antara lain:
-          Pramuka (Wajib)
-          UKS
-          PMR

Kelompok A adalah mata pelajaran yang memberikan orientasi kompetensi lebih kepada aspek kognitif dan afektif sedangkan kelompok B adalah mata pelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor.

Integrasi Kompetensi Dasar IPA dan IPS didasarkan pada keterdekatan makna dari konten Kompetensi Dasar IPA dan IPS dengan konten Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang berlaku untuk kelas I, II, dan III. Sedangkan untuk kelas IV, V dan VI, Kompetensi Dasar IPA dan IPS berdiri sendiri dan kemudian diintegrasikan ke dalam tema-tema yang ada untuk kelas IV, V dan VI.

BEBAN BELAJAR

Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap minggu untuk masa belajar selama satu semester. Beban belajar di SD/MI kelas I, II, dan III masing-masing 30, 32, 34 sedangkan untuk kelas IV, V, dan VI masing-masing 36 jam setiap minggu. Jam belajar SD/MI adalah 35 menit.


Dengan adanya tambahan jam belajar ini dan pengurangan jumlah Kompetensi Dasar, guru memiliki keleluasaan waktu untuk mengembangkan proses pembelajaran yang berorientasi siswa aktif. Proses pembelajaran siswa aktif memerlukan waktu yang lebih panjang dari proses pembelajaran penyampaian informasi karena peserta didik perlu latihan untuk mengamati, menanya, mengasosiasi, dan berkomunikasi. Proses pembelajaran yang dikembangkan menghendaki kesabaran guru dalam mendidik peserta didik sehingga mereka menjadi tahu, mampu dan mau belajar dan menerapkan apa yang sudah mereka pelajari di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitarnya. Selain itu bertambahnya jam belajar memungkinkan guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar.
Share:

MAKALAH PENDIDIKAN

Lingkungan Sekolah Sebagai Pembentuk Kepribadian Anak



Sekolah juga merupakan salah satu lingkungan pembentuk kepribadian anak. Sudah dipastikan tidak ada orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya. Waktu yang banyak dihabiskan bagi anak pada masa pencarian jati dirinya yakni berinteraksi dengan lingkungan sekolahnya. Maka menjadi penting pula bagi orang tua dalam menyekolahkan anak – anaknya  di sekolah yang mampu memberikan pendidikan yang baik, yang mampu mengarahkan anak – anak mereka menjadi anak yang baik dari segi ilmunya, wawasannya, pengetahuannya, akhlaknya, moral nya, akidahnya, ibadahnya, dan aspek-aspek lainnya. Sesuatu yang baik yang telah terbangun dilingkungan keluarga harus juga didukung oleh lingkungan sekolah sebagai lembaga pendidikan formalnya, mengingat mungkin banyak orang tua yang tidak mampu dalam memberikan pendidikan yang banyak dikarenakan keterbatasan ilmu.

Sekolah yang baik adalah sekolah yang memiliki sistem dan tenaga pengajar yang baik pula. Dengan adanya sistem yang baik ia akan mengarahkan pada mekanisme pembentukan kepribadian bagi sang anak. Bagaimana menanamkan sifat disiplin, akhlak yang baik, keteraturan, kemandirian, dan lain – lainnya yang mengarahkan seorang anak didik memiliki kepribadian yang baik. Sistem ini akan mengatur seluruh civitas akademika sekolah terutama yang mengarah pada pendidikan bagi anak didiknya. Ketika sistemnya baik dan terlaksana secara ideal maka sebagian besar akan terbentuk menjadi baik pula. Seorang guru yang merupakan elemen lingkungan sekolah yang paling banyak berinteraksi dengan anak-anak harus merupakan guru yang baik pula. Guru yang menjalankan sistem yang telah ada di sekolah, ia yang akan mengarahkan agar anak – anaknya sesuai dengan apa yang menjadi target dari sistem yang ada di sekolah tersebut. Itulah alasan kenapa sebagai orang tua harus memilihkan sekolah yang terbaik bagi anak – anaknya.

Pihak sekolah juga harus memahami bahwa mereka mempunyai amanah besar dari orang tua siswa dalam membantu membentuk kepribadian anak – anaknya. Sekolah memiliki sistem dan guru-guru dalam menjalankan proses pendidikan di sekolahnya tersebut. Maka keduanya harus menjadi perhatian dari pihak sekolah agar keduanya memeang benar-benar berkualitas, sehingga mampu menghasilkan keluaran yang berkualitas pula. Keluaran berupa anak – anak yang baik, baik dari segi akademiknya maupun dari segi moral/akhlaknya. Guru menjadi pilar utama bagi lingkungan sekolah dalam pembentukan kepribadian anak – anak, krn mereka lah yg bersentuhan langsung. Guru adalah orang tua kedua bagi anak-anak sehingga menjadi suatu beban bagi seorang guru, karena menanggung amanah dari orang tua siswa yakni untuk membantu dalam hal membentuk kepribadian anaknya. Jadi menjadi guru harapannya bukan hanya sebatas profesi saja yg tugasnya mengajar sesuai dengan matapelajaran dan waktunya saja, kemudian setelah itu selesai. Lebih besar dari itu, guru harus bisa mengarahkan sang anak dalam menemukan jati dirinya, dan menjadi generasi terbaik. Memang berat sampai harus segitunya. Betapa mulianya seorang guru, ketika dia tdk menjalankannya sebatas profesi saja.  Betapa banyak anak negeri ini setiap tahunnya berhasil dia bentuk, sungguh luar biasa.

Interaksi anak selama kurang lebih 12 tahun bahkan lebih dengan lingkungan sekolah atau instansi pendidikan lainnya. Maka memilih sekolah yg terbaik harus diutamakan, demi terbentuknya anak yang baik dan bisa dibanggakan kedepannya.

Yudhi Prasetyo
Share:

LOGO SEKOLAH

Tamu


Kotak Saran

Label

2013 (1) 2021 (1) 2024 (1) 2025 (7) 2026 (2) affirmasi (1) akreditasi (8) akreditasi2016 (1) akreditasi2022 (1) alokasi (1) alumni (2) anbk (1) anbk2022 (1) anbk2023 (1) arkas (1) aset (5) bantuan (12) bias (1) bintek (1) bos (8) bos2020 (4) bos2021 (9) brebes (1) calung (1) cgp (10) corona (13) covid19 (18) dapodik (2) darurat (1) data guru (1) dikdas (1) diklat (5) donasi (1) drumband (12) festival (1) galery (14) gedungsekolah (1) gerakjalan (6) guru (10) gurupenggerak (4) haornas2024 (1) hardiknas (5) hari besar (49) harianaknasional (4) hariguru (3) harisantri (5) harkitnas (1) hutri (14) idulfitri (5) imunisasi (3) Islam (2) jadwal (1) jampelajaran (1) kartini (4) karya ilmiah (1) kbm (28) keagamaan (18) kedungoleng (2) kegiatan (26) kemah (8) kesehatan (1) kisi-kisi (1) KKG (1) kmd (1) kompetensi guru (1) kondisi (1) kurikulum (10) kurikulum 2013 (1) labelisasi (1) Lebaran (2) libur (1) lingkungan (1) literasi (1) lomba (25) lomba mapsi2024 (2) lombamapsi (9) lombamapsi2022 (1) lombamapsi2023 (3) makalah (1) mapsi (1) marchingband (3) mars (1) marssdnkedungoleng05 (1) Mbg (2) media (1) mpls (3) NISN (1) olahraga (3) p3k (1) pagar (1) paguyangan (4) pahlawan (1) palestina (1) Pancasila (2) pas (3) pelatihan (5) pembelian (2) pembiasaan (2) pendidikan dasar (1) pengecatan (1) penilaian (2) penyemprotan (1) perawatan (6) perpisahan (18) perpisahan2023 (1) perpisahan2024 (1) perpisahan2026 (1) perpisahanguru (9) perpisahankelas (9) pesantren kilat (17) pgri (6) piknik (4) pip (24) popda (1) POPDA2023 (1) ppdb (2) praktik (10) praktikpai (22) pramuka (17) presentasi (2) profil (9) PTS (3) puasa (1) ramadhan (3) ramadhan2024 (1) rapatsekolah (4) rapatwalimurid (8) rapor (3) raporpendidikan (1) rehab (4) revit (2) roleplay (2) sarana (37) satyalancana (2) sd paguyangan (1) sdnkedungoleng05 (2) sehat (2) sekolah dasar (4) senam (1) senin (3) seragampramuka (1) sertifikasi (1) siswa (20) soal (1) sticker (1) study tour (14) sumpahpemuda (2) tanah (2) temansebaya (1) tenda (1) tik (1) tka (2) Tka2026 (2) tralis (1) tv (1) ujian (26) ujian2022 (3) ujian2023 (3) ujian2024 (2) ujian2025 (3) ujian2026 (2) upacara (39) vaksin (2) verifikasi (1)

Arsip Blog

BOS

Recent Posts

Lokasi Sekolah